Slag nikel yang digunakan berasal dari limbah industri peleburan PT. Huady Nickel-Alloy Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin berkurangnya ketersediaan agregat alam serta meningkatnya volume limbah slag nikel sebagai produk samping industri nikel nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan slag nikel sebagai substitusi agregat pada campuran aspal beton, khususnya pada lapis aus AC-WC. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Marshall, untuk menilai karakteristik stabilitas, kelelehan (flow), rongga dalam campuran (VIM), rongga dalam agregat (VMA), rongga terisi aspal (VFA), dan Marshall Quotient (MQ). Sampel uji dibuat dengan variasi kadar aspal antara 4,5% hingga 6,5% dan penggunaan slag nikel sebagai agregat kasar 0,5–1 cm sebanyak 100%. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan slag nikel memenuhi spesifikasi teknis berdasarkan SNI 03-1737-1989 dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, khususnya dalam hal nilai stabilitas dan flow. Berdasarkan hasil laboratorium, slag nikel dengan proses pendinginan udara menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan slag nikel dengan pendinginan mendadak, ditinjau dari nilai abrasi, angularitas, dan kepadatan. Dengan demikian, slag nikel layak digunakan sebagai alternatif agregat dalam konstruksi jalan, mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan dengan memanfaatkan limbah industri sebagai bahan infrastruktur ramah lingkungan.
Copyrights © 2025