Stabilitas lereng sangat penting dalam proyek konstruksi dan pertambangan, terutama di wilayah dengan topografi curam dan tanah rentan longsor. Berbagai metode analisis stabilitas lereng telah dikembangkan untuk memperkirakan faktor keamanan dan merancang langkah mitigasi yang tepat. Metode klasik seperti Fellenius dan Bishop sering digunakan, namun metode numerik seperti elemen hingga semakin populer karena kemampuannya dalam memodelkan kondisi geoteknik yang kompleks. Penelitian ini mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai metode analisis stabilitas lereng yang digunakan dalam literatur, termasuk metode keseimbangan batas dan metode elemen hingga, serta perangkat lunak geoteknik yang meningkatkan akurasi analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan metode yang tepat bergantung pada kondisi lapangan dan kompleksitas proyek. Studi ini memberikan panduan bagi praktisi dalam memilih metode yang sesuai untuk memastikan stabilitas lereng dan mengurangi risiko longsor.
Copyrights © 2025