Kota Parepare memiliki posisi strategis di jalur Trans Sulawesi sebagai simpul transportasi yang menghubungkan arus lalu lintas antarwilayah. Letaknya yang berbatasan dengan Kabupaten Barru, Pinrang, dan Sidrap menjadikannya pusat pergerakan kendaraan baik internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik arus lalu lintas serta mengevaluasi tingkat pelayanan jalan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023. Data menunjukkan perjalanan pribadi mendominasi pergerakan. Pada perbatasan Barru, arus internal didominasi perjalanan Makassar–Sidrap, sedangkan arus eksternal Sidrap–Makassar. Di perbatasan Pinrang, pergerakan internal terbanyak Pinrang–Parepare, sementara arus eksternal Makassar–Pinrang. Pada perbatasan Sidrap, arus internal berasal dari Sidrap–Makassar, sedangkan arus eksternal Barru–Wajo. Analisis kinerja jalan pada jam puncak (Minggu, 16.00–17.00 WITA) menunjukkan variasi tingkat pelayanan. Perbatasan Barru mencatat volume 479,7 SMP/jam (internal) dan 465,7 SMP/jam (eksternal) dengan derajat kejenuhan 0,32–0,33 serta tingkat pelayanan B. Perbatasan Pinrang mencatat volume 248 SMP/jam dengan derajat kejenuhan 0,20 dan tingkat pelayanan A. Sedangkan perbatasan Sidrap mencatat volume 335,9–403,1 SMP/jam dengan derajat kejenuhan 0,26–0,32 dan tingkat pelayanan B. Secara keseluruhan, kondisi jalan di perbatasan Parepare masih berada pada tingkat pelayanan A–B, yang menandakan arus lalu lintas relatif lancar.
Copyrights © 2025