Abu kulit kakao merupakan limbah hasil samping dari proses pengolahan biji kakao yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan substitusi semen dalam campuran beton. Kandungan kimia pada abu kulit kakao, seperti silika (SiO₂) dan alumina (Al₂O₃), menjadikannya material pozzolan yang dapat berkontribusi dalam reaksi hidrasi semen, sehingga berpengaruh terhadap kuat tekan dan durabilitas beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi abu kulit kakao terhadap kuat tekan dan durabilitas beton sebagai alternatif pengganti sebagian semen dengan menggunakan metode penelitian eksperimental di Laboratorium Struktur dan Bahan Universitas Muhammadiyah Parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi abu kulit kakao berpengaruh terhadap kuat tekan dan durabilitas beton, tergantung pada persentase yang digunakan. Penambahan abu kulit kakao sebesar 5% dan 10% mampu meningkatkan kuat tekan beton menjadi 26,42 MPa dan 25,86 MPa dibandingkan beton normal sebesar 25,10 MPa, dengan hasil optimum pada 5%. Namun, pada penambahan 15%, kuat tekan menurun menjadi 24,16 MPa. Dari segi durabilitas, substitusi abu kulit kakao hingga 10% efektif menurunkan daya serap air beton, dengan nilai terendah sebesar 5,15% pada umur 28 hari dibandingkan beton normal 5,53%. Persentase optimum substitusi abu kulit kakao untuk meningkatkan kuat tekan dan durabilitas beton berada pada kisaran 5%–10%.
Copyrights © 2025