Perkembangan ancaman siber menuntut sistem pertahanan jaringan yang mampu merespons secara adaptif terhadap pola serangan baru. Firewall menjadi komponen utama dalam menjaga keamanan lalu lintas data, namun sistem otomatis sering kali memiliki keterbatasan dalam mendeteksi ancaman zero-day dan polymorphic malware. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kuantitatif pengaruh penerapan fitur hosts and services pada Sophos Firewall terhadap efektivitas mitigasi serangan malware. Metode yang digunakan adalah eksperimen dua skenario, yaitu pengujian firewall dengan konfigurasi otomatis (auto-block default) dan pengujian setelah penambahan konfigurasi manual melalui fitur hosts and services. Data dikumpulkan dari log sistem selama 14 hari, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan pemblokiran meningkat dari 81,83% menjadi 94,91%, waktu respon firewall menurun dari 8,66 detik menjadi 3,88 detik, dan false negative rate turun dari 18,17% menjadi 5,09%. Sementara itu, stabilitas throughput jaringan hanya mengalami penurunan kecil sebesar 1,82%, yang masih dalam batas wajar operasional. Dengan demikian, kombinasi sistem otomatis dan konfigurasi manual berbasis hosts and services terbukti efektif dalam meningkatkan keamanan tanpa mengorbankan kinerja jaringan.
Copyrights © 2025