Pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu aspek penting dalam peningkatan konektivitas dan pengembangan suatu wilayah. Pembangunan jalan baru memerlukan perencanaan trase yang cermat untuk mengoptimalkan biaya konstruksi, khususnya pekerjaan tanah (earthwork). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan alternatif trase jalan serta menganalisis dan membandingkan volume galian dan timbunan pada setiap trase guna menentukan rute paling efisien. Studi kasus dilakukan pada perencanaan jalan baru yang menghubungkan Jl. Lingkar Salatiga dengan Jl. Clowok, yang diharapkan dapat memperlancar dan mempersingkat masyarakat dalam mobilisasi menuju pusat kota, serta meningkatkan aksesibilitas ke kawasan pendidikan dan pusat perbelanjaan. Metode penelitian ini mencakup pengumpulan data topografi, perencanaan geometrik jalan, pembuatan model permukaan eksisting dan rencana, serta analisis perhitungan volume galian dan timbunan dengan metode Average End Area menggunakan perangkat lunak. Studi analisis menunjukkan bahwa berdasarkan analisis volume galian dan timbunan, dapat memberikan rekomendasi dalam menentukan alternatif trase jalan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan simulasi terhadap tiga alternatif trase jalan yang berbeda yaitu menghasilkan panjang alternatif trase 1 sepanjang 900,03 m, alternatif trase jalan 2 sepanjang 840 m, dan alternatif trase jalan 3 sepanjang 880,52 m. Kemudian analisis terhadap volume galian timbunan menghasilkan total volume alternatif trase jalan 1 dengan total volume sebesar 18102,66 m³, alternatif trase jalan 2 sebesar 29925,87 m3 , dan alternatif trase jalan 3 sebesar 20166,79 m³. Kesimpulan pada penelitian ini memberikan alternatif trase jalan 1 sebagai pilihan yang lebih efisien dan optimal dengan volume galian-timbunan yang relatif seimbang dan dengan jumlah yang paling sedikit diantara alternatif trase lainnya.
Copyrights © 2026