Kesadahan air akibat ion Ca²⁺ dan Mg²⁺ dapat membentuk kerak pada sistem perpipaan dan heat exchanger, yang pada akhirnya menurunkan efisiensi operasional di industri semen. Penelitian ini mengevaluasi kinerja unit water softening dalam pengendalian total hardness pada air proses di PT Semen Gresik, menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan data primer selama 14 hari pada April 2026. Parameter yang diukur meliputi pH, TDS, turbidity, dan total hardness pada sisi inlet dan outlet water softening. Unit water softening berhasil menurunkan total hardness dari rata-rata 220,14 ppm CaCO₃ menjadi 64,71 ppm CaCO₃, dengan efisiensi removal rata-rata 70,60%. Seluruh nilai outlet memenuhi baku mutu perusahaan di bawah 70 ppm CaCO₃. Parameter pH tidak sekonsisten itu, standar hanya terpenuhi pada 57,1% hari pengamatan. Anomali terbesar terjadi pada 14 April ketika pH turun ke 6,98, yang dikaitkan dengan pengaruh hujan terhadap kualitas air bozem. Evaluasi jadwal regenerasi menunjukkan throughput aktual mencapai 866,88 BV, jauh di atas kapasitas optimal resin Amberlite IR120 Na sebesar 120 hingga 150 BV. Berdasarkan temuan ini, regenerasi direkomendasikan dilakukan setiap 2 hingga 3 hari sekali dengan pemantauan berbasis kualitas outlet.
Copyrights © 2026