Laboratorium lingkungan menghasilkan limbah cair dengan karakteristik kimia yang berpotensi mencemari badan air penerima. Chemical Oxygen Demand (COD) adalah salah satu parameter kunci dalam pemantauan kualitas air, namun tidak selalu mencerminkan keseluruhan karakteristik pencemaran limbah hasil aktivitas laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar COD di titik upstream, outfall, dan downstream pada sungai penerima limbah cair laboratorium PT X di Kota Surabaya serta membandingkannya dengan parameter pendukung yang terukur. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif menggunakan data sekunder berupa hasil uji kualitas air yang dilakukan pada 31 Maret 2026 dengan metode SNI 6989.2:2019. Analisis dilakukan melalui perhitungan persentase perubahan konsentrasi antar titik sampling dan perbandingan dengan baku mutu PP No. 22 Tahun 2021 Kelas II. Kadar COD di seluruh titik sampling masih berada di bawah baku mutu 25 mg/L. Namun, total fosfat, sulfida, klorin bebas, dan fenol melebihi baku mutu di ketiga titik sampling. Fenol menunjukkan kenaikan paling signifikan sebesar 299,06% dari upstream hingga downstream, yang menunjukkan limbah laboratorium sebagai kontributor utamanya. COD terbukti tidak sensitif terhadap pencemar anorganik dan senyawa organik toksik yang mendominasi limbah laboratorium, sehingga pemantauan multi-parameter secara rutin menjadi kebutuhan mendesak.
Copyrights © 2026