Air asam tambang merupakan salah satu permasalahan lingkungan pada kegiatan pertambangan batubara akibat rendahnya nilai pH dan tingginya kandungan Total Suspended Solid (TSS). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum penggunaan kapur dan Chemical Green LM 50 pada pengolahan air asam tambang di PT. X berdasarkan parameter pH dan TSS. Sampel air diambil dari SP 23 dan kolam sump menggunakan metode grab sampling. Pengujian dilakukan menggunakan variasi dosis Chemical Green LM 50 sebesar 0,5 mL dan 1 mL serta kapur sebesar 1 gram dan 3 gram dengan waktu pengendapan 15, 30, dan 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Chemical Green LM 50 dosis 0,5 mL memberikan hasil yang lebih optimum dibandingkan dosis 1 mL karena mampu menurunkan nilai TSS secara lebih stabil. Pada pengujian kapur, dosis 1 gram menunjukkan hasil yang lebih efektif dan stabil dibandingkan dosis 3 gram dalam meningkatkan nilai pH dan menjaga kestabilan TSS. Secara umum, semakin lama waktu pengendapan maka proses pengolahan air asam tambang menjadi lebih efektif.
Copyrights © 2026