Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun Fermentor berbasis Internet of Things (IoT) berkapasitas 5 liter dengan sistem pengadukan tipe Pitched Blade Turbine (PBT) untuk produksi bioetanol dari molase. Fermentor dilengkapi sensor suhu DS18B20 dan sensor kecepatan FC-03 yang terhubung ke aplikasi Blynk melalui mikrokontroler Arduino Uno R4, serta motor stepper NEMA 23 yang dikendalikan oleh Arduino Uno R3. Penelitian dilakukan dengan dua perlakuan yaitu fermentasi dengan pengadukan intermitent (150 rpm, 30 menit ON, 1 jam OFF) dan tanpa pengadukan, menggunakan bahan baku molase dengan perbandingan 1:3 (molase:air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi dengan pengadukan menghasilkan konsentrasi bioetanol tertinggi sebesar 10,6% (v/v) dalam waktu 49 jam dengan konversi substrat 94,35% dan yield 48,22%. Sementara itu, fermentasi tanpa pengadukan menghasilkan konsentrasi bioetanol 9,24% (v/v) dalam waktu 76 jam dengan konversi substrat 82,11% dan yield 41,97%. Kedua nilai tersebut masih berada dalam kisaran standar kadar bioetanol hasil fermentasi kasar (8–11%). Integrasi teknologi IoT memungkinkan pemantauan proses secara real-time dan menjadikan fermentor ini sebagai inovasi yang efisien untuk skala laboratorium.
Copyrights © 2026