Peningkatan harga material konstruksi di Indonesia menyebabkan biaya pembangunan rumah tinggal terus mengalami kenaikan, sehingga diperlukan upaya efisiensi biaya tanpa mengurangi fungsi dan kualitas bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi biaya menggunakan metode Value Engineering pada proyek rumah tinggal minimalis 2 lantai. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menganalisis data Rencana Anggaran Biaya (RAB), kebutuhan material, dan rincian pekerjaan proyek dari Indo Design Center. Tahapan penelitian dilakukan melalui identifikasi item pekerjaan dengan biaya terbesar, analisis material dominan, serta evaluasi alternatif efisiensi biaya menggunakan pendekatan Value Engineering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan struktur beton bertulang merupakan komponen biaya terbesar yaitu sebesar Rp544.074.464 atau sekitar 39,50% dari total biaya proyek Rp1.376.572.812. Selain itu, pekerjaan dinding sebesar 20,52% dan pekerjaan keramik sebesar 6,85% dari total biaya proyek. Material dominan yang paling mempengaruhi tingginya biaya konstruksi meliputi semen, besi beton, dolken, balok kayu, granite tile, beton ready mix, dan kaca tempered. Penerapan metode Value Engineering dilakukan melalui pengendalian penggunaan material, optimasi volume pekerjaan, dan pemilihan alternatif material yang lebih ekonomis tanpa mengurangi fungsi utama bangunan. Berdasarkan hasil analisis, metode Value Engineering efektif membantu meningkatkan efisiensi biaya konstruksi pada proyek rumah tinggal minimalis 2 lantai.
Copyrights © 2026