Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara model prediksi Springate dan Zmijewski, dan untuk mengetahui model prediksi yang paling akurat dalam memprediksi kebangkrutan (financial distress) pada perusahaan Telekomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2019 - 2022. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 17 perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Pengujian pada masing - masing model prediksi dilakukan dengan menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Tingkat Akurasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara model Springate dan Zmijewski dalam memprediksi kebangkrutan (financial distress). Hasil penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa model Springate memiliki tingkat akurasi sebesar 66%, sedangkan model Zmijewski memiliki tingkat akurasi sebesar 37%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mode springate merupakan model prediksi yang paling akurat dalam memprediksi kondisi kebangkrutan (financial distress) pada perusahaan telekomunikasi yang terdaftar di bursa efek indonesia.
Copyrights © 2024