Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan terhadap pola kehidupan sosial ibu rumah tangga, termasuk di Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Salah satu fenomena yang muncul adalah pergeseran makna sosialita, yang semula identik dengan prestasi sosial dan kepedulian kemanusiaan, menjadi sekadar simbol eksistensi diri dan pencitraan gaya hidup konsumtif di ruang digital. Kondisi ini berdampak pada melemahnya karakter humanis, berkurangnya waktu refleksi keagamaan, serta tumbuhnya pola hidup instan di kalangan ibu-ibu sosialita, khususnya pada kelompok masyarakat menengah ke bawah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan dan penguatan karakter ibu-ibu sosialita melalui pembelajaran Al-Qur’an dengan metode Quick and Smart Qur’an (QSQ). Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pembentukan kelompok binaan, kajian Al-Qur’an intensif berbasis pendekatan visual, auditori, kinestetik, cerita, imajinasi, dan diskusi interaktif. Mitra kegiatan adalah ibu-ibu sosialita di Desa Perampuan dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta dokumentasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat kehadiran peserta mencapai 75%, terbentuknya komunitas belajar Al-Qur’an yang aktif, serta adanya peningkatan pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an dan penguatan karakter spiritual, emosional, dan sosial peserta. Program ini menunjukkan bahwa metode QSQ efektif sebagai model pembelajaran Al-Qur’an yang adaptif dan transformatif bagi komunitas ibu-ibu sosialita.Kata kunci: ibu-ibu sosialita; pembelajaran Al-Qur’an; Quick and Smart Qur’an; penguatan karakter.
Copyrights © 2026