Pendahuluan: Karsinoma Nasofaring (KNF) merupakan kanker yang tumbuh di area nasofaring dan masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu opsi pengobatan utama untuk KNF adalah kemoterapi berbasis platinum, yang dapat menekan pertumbuhan sel kanker dan meningkatkan harapan hidup. Rasio Neutrofil-Limfosit (RNL) sering digunakan untuk memantau aktivitas peradangan dan imunitas pada pasien kanker. Tujuan: Menilai perbedaan RNL sebelum dan sesudah kemoterapi berbasis platinum pada pasien KNF di RS PKU Muhammadiyah Gombong, serta mengamati signifikansi perubahan RNL sebagai penanda keberhasilan terapi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi mencakup pasien KNF yang tercatat menjalani kemoterapi berbasis platinum minimal satu siklus. Data diperoleh dari rekam medis yang meliputi usia, jenis kelamin, serta hasil pemeriksaan darah lengkap (jumlah neutrofil dan limfosit). Perubahan RNL sebelum dan sesudah kemoterapi dianalisis menggunakan uji beda berpasangan (paired t-test) setelah uji normalitas. Hasil: Dari 54 pasien yang memenuhi kriteria, sebagian besar berusia 60-78 tahun dan terdiagnosis KNF stadium lanjut. Rerata RNL sebelum kemoterapi sebesar 3,4 dan menurun menjadi 2.5 setelah kemoterapi. Uji statistik menunjukkan p0,05, menandakan adanya penurunan bermakna RNL pascakemoterapi. Meskipun demikian, sekitar 14,8% pasien tidak mengalami perubahan RNL signifikan, yang diduga berkaitan dengan komorbid atau infeksi tertentu. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna RNL sebelum dan sesudah kemoterapi berbasis platinum pada pasien KNF. Penurunan RNL ini mengindikasikan respon positif terapi dan berkurangnya proses inflamasi. Dengan demikian, RNL dapat digunakan sebagai indikator sederhana untuk memantau efektivitas kemoterapi pada KNF, meski faktor komorbid dan infeksi harus turut diperhatikan
Copyrights © 2025