Abstrak: Krisis hipertensi adalah suatu kondisi klinis yang ditandai dengan tekanan darah yang sangat tinggi yang dapat menyebabkan atau telah terjadi kelainan target organ. Biasanya ditandai dengan tekanan darah 180/120 mmHg. Hipertensi urgensi peningkatan tekanan darah menjadi 180/120 mmHg tanpa kerusakan organ target. Secara umum prevalensi hipertensi di Indonesia antara tahun 1997 sampai dengan tahun 2014 cukup tinggi yaitu antara 32% sampai dengan 42%, pada periode tersebut prevalensi hipertensi pada pria meningkat antara 32% sampai dengan 36% dan 35% sampai dengan 42% pada wanita.Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk mengidentifikasi manifestasi klinis pada pasien krisis hipertensi, khususnya pasien dengan urgensi.Presentasi Kasus: Seorang pasien berusia 66 tahun menjalani pemeriksaan kesehatan rutin berupa pengukuran tanda vital dan pemeriksaan fisik umum didapatkan tekanan darah tinggi dengan 2 pemeriksaan yaitu 180/120 mmHg. Pasien memiliki riwayat hipertensi yang lama dan enggan untuk kontrol atau minum obat antihipertensi. Ayah pasien juga didiagnosis menderita hipertensi sejak lama. Saat dilakukan anamnesis lanjutan, pasien tidak ada gejala sama sekali dan hanya sesekali merasa pusing atau sakit kepala, pusing atau sakit kepala pada pasien ini dipicu atau diperparah saat pasien sedang stres atau kurang istirahat.Kesimpulan: Deteksi gejala dini pada pasien hipertensi urgensi sangat penting agar dapat dilakukan pemantauan, pemeriksaan tekanan darah rutin, dan terapi pada pasien agar tidak terjadi komplikasi atau kegagalan organ.
Copyrights © 2023