Pendahuluan : Anemia merupakan masalah kesehatan yang masih sering dijumpai pada masyarakat Indonesia. Secara langsung anemia dapat terjadi karena adanya perdarahan sehingga mengakibatkan kadar hemoglobin darah menurun, sedangkan secara tidak langsung dapat diakibatkan oleh perilaku makan, status gizi, sosial ekonomi dan pengetahuan. Perilaku makan yang tidak baik adalah melewatkan sarapan maupun mengonsumsi makanan bersamaan dengan teh/kopi. Teh/kopi mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh, sehingga dapat mempengaruhi kadar hemoglobin dalam darah. Perilaku tersebut banyak ditemui pada kalangan dewasa muda terutama mahasiswa baik karena lifestyle maupun kondisi lain. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan kebiasaan sarapan terhadap kadar hemoglobin mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh Angkatan 2019-2021. Metode: Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan uji Spearman dengan pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 165 sampel yang berasal dari angkatan 2019, 2020, 2021. Hasil : Berdasarkan hasil analisis bivariat didapatkan sebesar 30,3% responden masih memiliki kebiasaan sarapan yang tidak baik dan sebesar 24,2% responden menderita anemia. Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan kebiasaan sarapan terhadap kadar hemoglobin (p=0,000). Kesimpulan : Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tidak baik kebiasaan sarapan maka akan semakin rendah kadar hemoglobin mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh angkatan 2019-2021.
Copyrights © 2025