Pendahuluan: Herbal anti dengue di Indonesia belum banyak diketahui mengenai efektivitasnya secara in-silico, in vitro, maupun in vivo. Berdasarkan hal tersebut, scoping review ini dilakukan untuk mengumpulkan artikel-artikel yang telah ditulis mengenai permasalahan ini. Metode: Penelusuran artikel dilakukan pada database PubMed (Medline), ScienceDirect, Web of Science, dan Google Scholar dengan kata kunci (dengue OR "dengue virus" OR "dengue fever") AND (medicinal OR plant OR "medicinal plant" OR herb* OR extract OR "traditional medicinal") AND Indonesia. Kriteria inklusi yang digunakan adalah semua penelitian mengenai herbal untuk pengobatan dengue baik secara in silico, invitro, invivo, dan uji klinik yang menggunakan herbal dari Indoensia dan dilakukan di dalam negeri, berbahasa Indonesia dan Inggris, dapat diakses secara fulltext, dan dipublikasikan tahun 2013 sampai dengan 2023. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa penelitian mengenai herbal untuk dengue mengalami peningkatan dan Daun dewa (Gynura pseudochina (L) D.C), Temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.), Kurkumin, Psidium guajava (Jambu biji), Piper bettle L (Sirih), Carica papaya (Pepaya), Pterocarpus indicus Willd (P. indicus), Myristica fatua, Acorus calamus, Cymbopogon citratus, dan Pinus merkusii (Pinaceae) efektif digunakan sebagai anti dengue. Curcuma longa L, Psidium guajava (Jambu biji), dan Carica papaya (Pepaya) berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam pengobatan IVD.
Copyrights © 2024