Jurnal Implementa Husada (JIH)
Vol 6, No 4 (2025)

Intermittent Fasting dan Aktivasi Autophagy: Implikasinya bagi Kesehatan dan Relevansinya dalam Islam

Ahmad Fauzi Arsyad (Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan)
Adila Putri Sholihah (Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan)
Wildan Fandi Farihan (Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan)
Nisrina Rahadatul Aisy (Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan)
Eradila Ul Akhira (Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan)
Shaldhan Bayu Yuska (Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan)
Linda Ayu Puspita (Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan)
Ilham Fremmuzar Afriansyah (Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan)
Fauziah Hilmi Andini (Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan)
Rizky Dwi Rudiyanto (Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan)
Muhammad Rozakul Anwar (Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan)
Dewi Yuniasih Yuniasih (Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan)



Article Info

Publish Date
10 Nov 2025

Abstract

Intermittent fasting (IF), yaitu adaptasi pola makan dengan pembatasan energi pada periode tertentu, memiliki keterkaitan yang kuat dengan pengaktifan proses autophagy,  mekanisme degradasi sel untuk menjaga homeostasis yang penting bagi kesehatan metabolik. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara Intermittent fasting dan autophagy, khususnya dalam konteks medis dan perspektif Islam. Data dikumpulkan melalui pencarian sistematis pada database PubMed NCBI menggunakan kata kunci “Intermittent Fasting” dan “autophagy”, menghasilkan 112 artikel. Setelah dibatasi pada publikasi tahun 2020-2024, jumlah artikel menjadi 81 artikel, kemudian disaring lebih lanjut hingga tersisa 18 artikel yang relevan dengan bidang kedokteran untuk dimasukkan dalam tinjauan ini. Tinjauan sistematis ini mengungkapkan bahwa Intermittent fasting memiliki banyak pengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh, terutama pada sistem kardiovaskular, saraf, dan ginjal. Intermittent fasting dapat melindungi tubuh dari kerusakan dini akibat penyakit degeneratif melalui pengaktifan autophagy. Dalam perspektif Islam, Intermittent fasting memiliki kesamaan prinsip dengan puasa yang diwajibkan bagi seluruh umat muslim, seperti yang telah diperintahkan dalam Al-Qur'an. Selain mendukung kesejahteraan spiritual, puasa juga terbukti meningkatkan kesehatan fisik melalui konsumsi makanan halal dan thoyib. Kesimpulannya, Intermittent fasting tidak hanya bermanfaat dalam mendukung kesehatan metabolik melalui autophagy, tetapi juga relevan dengan praktik keagamaan yang memberikan manfaat holistik.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JIH

Publisher

Subject

Description

Jurnal Implementa Husada (JIH) is a peer reviewed open access scientific journal in the fields of medicine, health sciences, and healthcare. The journal provides a scholarly platform for researchers, academics, clinicians, healthcare professionals, and other health related scholars to disseminate ...