Artikel ini membahas peran Komunitas Pegon dalam pelestarian sejarah pesantren dan Nahdlatul Ulama di Banyuwangi sebagai bagian dari praktik sejarah publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah sosial-kultural dengan kerangka teori sejarah publik (public history) yang menekankan keterlibatan masyarakat dalam produksi, diseminasi, dan pemaknaan sejarah, serta didukung oleh teori memori kolektif untuk melihat bagaimana narasi pesantren dan Nahdlatul Ulama dibangun dan diwariskan di ruang publik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah, meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan memanfaatkan sumber-sumber primer serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Pegon mengusung tiga program utama, yakni penelitian, pengarsipan, dan publikasi karya. Dalam pelaksanaan kerja-kerja kesejarahan tersebut, Komunitas Pegon secara konsisten melibatkan partisipasi publik serta menjalin kolaborasi dengan lembaga penelitian dan institusi pemerintahan. Berkat kontribusi nyatanya dalam memasyarakatkan sejarah peradaban Islam, khususnya pesantren dan Nahdlatul Ulama di ujung timur Pulau Jawa, Komunitas Pegon tercatat memperoleh berbagai penghargaan prestisius di tingkat regional maupun nasional.
Copyrights © 2025