Krisis ekologi di Indonesia dipicu oleh paradigma pembangunan yang bersifat antroposentrisme sempit, di mana alam dipandang sebagai objek eksploitasi semata. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi etika lingkungan berbasis nilai Pancasila, khususnya Sila Ketuhanan dan Sila Kemanusiaan. Melalui metode kualitatif-filosofis, ditemukan bahwa Sila Ketuhanan menggeser paradigma manusia dari penguasa menjadi pengelola alam yang bertanggung jawab secara transendental (Teo-Antroposentrisme). Sementara itu, Sila Kemanusiaan mengamanatkan keadilan ekologis antar-generasi sebagai perwujudan martabat manusia yang beradab. Integrasi kedua nilai ini menghasilkan konsep "Eko-Spiritualitas" yang mengubah orientasi pembangunan dari ekonomi ketamakan menjadi ekonomi etis. Sinergi nilai spiritual dan kemanusiaan menjadi kunci utama dalam menjamin keberlanjutan ekosistem demi masa depan bangsa
Copyrights © 2026