Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis makna simbolik tradisi rujakan dalam upacara Tingkeban masyarakat Jawa melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Tradisi rujakan merupakan salah satu rangkaian ritual Tingkeban yang mengandung simbol budaya, nilai sosial, dan keyakinan spiritual masyarakat Jawa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika budaya. Data penelitian diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Data berupa simbol-simbol budaya dalam tradisi rujakan, seperti buah-buahan, rasa makanan, penggunaan kreweng, serta aktivitas jual beli simbolik dalam prosesi ritual. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, kemudian dianalisis melalui konsep denotasi, konotasi, dan mitos Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam tradisi rujakan memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan perjuangan hidup, kasih sayang, keharmonisan keluarga, solidaritas sosial, serta harapan keselamatan bagi ibu dan bayi. Buah masam melambangkan perjuangan hidup, gula merah melambangkan kelembutan dan keharmonisan, sedangkan cabai melambangkan keberanian dan semangat hidup. Penggunaan kreweng menunjukkan nilai kesederhanaan dan kerendahan hati masyarakat Jawa. Penelitian ini memperlihatkan bahwa tradisi rujakan tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai media transmisi nilai budaya dan pelestarian identitas lokal di tengah arus modernisasi.
Copyrights © 2026