Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik bunga edelweis (Anaphalis javanica) sebagai ikon wisata alam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melalui perspektif semiotika. Secara khusus, penelitian ini mengidentifikasi makna ekologis, kultural, dan wisata yang melekat pada edelweis serta menjelaskan proses pembentukannya sebagai simbol yang merepresentasikan identitas destinasi Bromo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di kawasan savana Bromo, wawancara tidak terstruktur dengan wisatawan dan pelaku usaha wisata, studi dokumentasi, serta telaah pustaka yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan perspektif semiotika untuk mengungkap hubungan antara tanda, makna, dan konteks sosial budaya yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara ekologis edelweis dimaknai sebagai simbol ketahanan hidup dan kemampuan beradaptasi pada lingkungan ekstrem. Secara kultural, edelweis berfungsi sebagai simbol kesucian, keabadian, dan penghubung spiritual masyarakat Tengger dengan leluhur melalui ritual Kasada. Dalam konteks wisata, edelweis merepresentasikan cinta abadi, kemurnian, dan eksklusivitas yang memperkuat citra Bromo sebagai destinasi wisata alam. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan wisata berbasis konservasi dan budaya lokal melalui program interpretasi wisata yang edukatif, sehingga pelestarian edelweis dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Copyrights © 2026