Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan menginterpretasikan makna mantra pengobatan Belian dalam tradisi lisan masyarakat Dayak Paser di Desa Pondok Labu, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif semiotika. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan pencatatan terhadap pelaksanaan ritual Belian yang masih dipraktikkan oleh masyarakat setempat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa serta pendekatan semiotika Riffaterre melalui pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantra pengobatan Belian memiliki enam fungsi utama, yaitu fungsi penyembuhan, perlindungan, religius-spiritual, psikologis, sosial, dan pelestarian budaya. Selain itu, mantra juga mengandung makna simbolik yang berkaitan dengan alam, kosmologi, penyembuhan spiritual, perlindungan tubuh, kekuatan bunyi, serta relasi manusia dan alam. Simbol-simbol dalam mantra menunjukkan bahwa masyarakat Dayak Paser memiliki sistem pengetahuan lokal yang kompleks dan terintegrasi dalam praktik budaya. Mantra Belian tidak hanya berfungsi sebagai media pengobatan tradisional, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya dan sistem kepercayaan masyarakat.
Copyrights © 2026