Era digitla membawa perubahan signifikan dalam kehidupan generasi Z, khususnya dalam pola interaksi sosial melalui media digital. Dibalik kemudahna yang ditawarkan, era ini juga memunculkan tantangan psikologis serius, salah satunya adalah bullying dalam bentuk cyberbullying. Cyberbullying menjadi fenomena yang semakin marak dan berdampak langsung oada kesehatan mental Gen Z, seperti stress, kecemasan, depresi, penurunan kepercayaan diri, hingga kecenderungan isolasi sosial dan tindakan bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak psikologis cyberbullying terhadap Gen Z serta mengidentifikasi berbagai upaya penanganan yang dapat dilakukan secara holistik. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber sekunder berupa buku, artikel ilmiah dan dokumen relevan yang berkaitan dengan bullying dan kesehatan mental di era digital. Hasil kajian menunjukan bahwa cyberbullying memiliki dampak psikologis jangka pendek dan jangka panjang yang serius. Oleh karena itu, diperlukan upaya penanganan terpadu melalui pendekatan profesional (psikolog dan psikiater), pastoral konseling, dukungan keluarga, serta peran strategis guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai motivator, teladan, dan fasilitator. Sinergi antara pendekatan psikologis, pastoral, dan pendidikan berbasis nilai-nilai Kristiani menjadi kunci penting dalam membantu pemulihan korban serta mencegah terjadinya cyberbullying di kalangan Gen Z.
Copyrights © 2026