Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang inklusif bagi penyandang disabilitas merupakan panggilan teologis sekaligus tanggung jawab pedagogis gereja dan lembaga pendidikan Kristen. Penelitian ini mengkaji implementasi PAK inklusif yang mengakomodasi kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas fisik, sensoris, intelektual, maupun sosial-emosional dalam konteks gereja dan sekolah Kristen di Indonesia. Menggunakan metode penelitian kepustakaan yang bersifat deskriptif-analitis, artikel ini menelusuri dasar teologis inklusivitas dalam PAK, tantangan implementasi di lapangan, serta strategi konkret yang dapat diterapkan oleh pendidik, gereja, dan lembaga pendidikan Kristen. Temuan menunjukkan bahwa PAK inklusif bukan sekadar adaptasi kurikulum, melainkan transformasi paradigma pelayanan yang menempatkan setiap orang sebagai ciptaan Allah yang bermartabat dan berhak menerima pendidikan iman secara penuh dan setara. Implementasi yang efektif memerlukan kolaborasi antara pendidik yang terlatih, kurikulum yang adaptif, lingkungan yang aksesibel, dan dukungan komunitas iman yang menerima keberagaman.
Copyrights © 2026