Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing merupakan tantangan utama yang dihadapi perusahaan manufaktur berorientasi ekspor di Indonesia. Eksposur valuta asing yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menekan profitabilitas, mengganggu stabilitas arus kas, dan menurunkan nilai perusahaan. Artikel ini bertujuan mengkaji secara konseptual strategi hedging valuta asing sebagai instrumen manajemen risiko yang diterapkan perusahaan manufaktur ekspor Indonesia, serta menganalisis jenis-jenis eksposur valuta asing dan instrumen hedging yang relevan. Kajian dilakukan melalui pendekatan tinjauan literatur (literature review) berbasis jurnal-jurnal terakreditasi nasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi hedging menggunakan instrumen derivative khususnya forward contract, currency swap, dan currency option terbukti efektif mereduksi volatilitas eksposur transaksi dan eksposur ekonomi. Faktor-faktor seperti leverage, likuiditas, dan ukuran perusahaan secara signifikan memengaruhi keputusan perusahaan dalam mengadopsi hedging. Implikasi praktis kajian ini merekomendasikan perusahaan manufaktur ekspor Indonesia untuk mengintegrasikan kebijakan hedging ke dalam kerangka manajemen risiko keuangan internasional secara sistematis.
Copyrights © 2026