Pangan lokal merupakan sumber pangan yang mudah diperoleh dan berpotensi meningkatkan gizi masyarakat. Namun, pemanfaatannya sebagai makanan tambahan bagi balita stunting di Indonesia masih belum optimal. Bahan-bahan seperti daun kelor, kelapa muda, kurma, dan telur ayam mengandung energi, protein, zat besi, dan serat makanan yang dapat mendukung pertumbuhan anak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan formulasi dan uji organoleptik untuk mengetahui daya terima produk Moringa Pudding Cocodate sebagai makanan tambahan balita stunting. Produk diformulasikan menggunakan daun kelor, kelapa muda, kurma, telur ayam, santan, dan agar-agar dalam tiga variasi berdasarkan jumlah daun kelor. Uji organoleptik dilakukan pada 30 panelis terhadap aspek warna, aroma, rasa, dan tekstur. Data dianalisis secara deskriptif Setiap porsi produk (60 g) mengandung energi 33,95–34,5 kkal, protein 1,40–1,42 g, lemak 0,72–1,03 g, karbohidrat 6,59–6,68 g, zat besi 0,35–0,40 mg, dan serat 1,02–1,06 g. Formula F1 merupakan formulasi yang paling disukai panelis, dengan tingkat kesukaan terhadap warna 83,3%, aroma 90%, tekstur 90%, dan rasa 93,3%. Kombinasi daun kelor, kelapa muda, kurma, santan, dan telur ayam menghasilkan produk dengan karakteristik sensori yang baik serta berpotensi dikembangkan sebagai makanan tambahan berbasis pangan lokal untuk mendukung pertumbuhan dan perbaikan status gizi balita stunting.
Copyrights © 2026