Asupan zat gizi seseorang sangat berpengaruh terhadap status gizinya. Di era sekarang banyak ditemukan mahasiswa yang mengalami stres kecemasan akibat beberapa faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal, yang kemudian mengarah pada seseorang mengalami emotional eating seperti eating disorder yang diartikan gangguan mental yang mempengaruhi kebiasaan makan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan status gizi dan asupan zat gizi makro berdasarkan stres kecemasan pada mahasiswa Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan desain penelitian cross-sectional dan melibatkan 78 sampel mahasiswa tingkat 1 Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar. Data status gizi diketahui dari hasil perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). Asupan zat gizi makro diperoleh dari recall 2x24 jam. Stres kecemasan diukur menggunakan kuisioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42). Analisis data kemudian dilakukan dengan uji univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya kecenderungan perbedaan antara status gizi dan asupan zat gizi makro berdasarkan stres kecemasan namun secara statistik tidak bermakna yang dibuktikan dengan nilai (p>0,05). Sebagian besar sampel memiliki status gizi normal dan asupan zat gizi makro kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah meskipun adanya kecenderungan perbedaan antara status gizi dan asupan zat gizi makro berdasarkan stres kecemasan pada mahasiswa namun secara statistik tidak bermakna, maka penelitian ini penting untuk menjadi fokus kesehatan gizi dan kesehatan mental di populasi tertentu. Penelitian selanjutnya diharapkan lebih memperhatikan mahasiswa tingkat akhir untuk menggambarkan vokasi stres yang dapat mempengaruhi gizi seseorang.
Copyrights © 2026