Masalah gizi pada balita, khususnya wasting dan underweight, masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Salah satu upaya pemerintah untuk menurunkan angka gizi kurang adalah melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT. Untuk mengetahui hubungan antara pemberian PMT dengan status gizi (z-score menurut indikator BB/TB dan BB/U) di wilayah kerja Puskesmas Sedayu 2. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan desain kohort retrospective. Populasi penelitian adalah balita usia 6–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Sedayu 2, dengan jumlah sampel 175 balita. Data dikumpulkan pencatatan konsumsi PMT serta pengukuran berat badan dan tinggi badan balita untuk menentukan z-score status gizi balita. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxson Signed Ranks Test untuk melihat hubungan antara variabel bebas (pemberian PMT) dengan variabel terikat (status gizi balita). Hasil analisis menunjukan adanya peningkatan yang signifikan pada status gizi balita dengan z-score indikator BB/TB -2,11 sebelum intervensi dan -1,73 setelah intervensi (p value= 0.000). Namun, perubahan status gizi dengan z-score indikator BB/U -2,29 sebelum intervensi menjadi -2,26 tidak menunjukan peningkatan yang signifikan (p value= 0.080). Dapat disimpulkan bahwa PMT berperan penting dalam mendukung pemulihan kondisi balita dengan indikator BB/TB, tetapi belum cukup memberikan dampak yang signifikan terhadap perbaikan status gizi balita dengan indikator BB/U dalam periode intervensi yang lebih singkat.
Copyrights © 2026