Penelitian ini membahas metodologi Asbabul Wurud sebagai pendekatan kontekstual dalam memahami hadis, yang berfungsi menelusuri sebab-sebab munculnya suatu hadis agar maknanya dipahami secara proporsional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) terhadap karya klasik seperti Tadrīb al-Rāwī karya al-Suyūṭī dan Fatḥ al-Bārī karya Ibn Ḥajar al-‘Asqalānī*, serta kajian kontemporer oleh Yusuf al-Qaradawi dan Mohd Asri Zainul Abidin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metodologi Asbabul Wurud telah berkembang dari fokus klasik pada sanad dan matan menuju pendekatan multidisipliner yang melibatkan sejarah, sosiologi, dan hermeneutika. Dalam konteks modern, metode ini relevan untuk menghadapi problematika penyebaran hadis tanpa konteks di era digital serta membentuk pemahaman Islam yang moderat dan berorientasi pada maqasid al-syariah. Dengan demikian, Asbabul Wurud berperan penting dalam menjaga keautentikan, relevansi, dan moderasi pemahaman hadis di masyarakat kontemporer.
Copyrights © 2026