Dari masyarakat hingga pemuka agama, Moderasi beragama menjadi fenomena yang marak belakangan ini. Ini ada hubungannya dengan iklim keagamaan di Indonesia yang sedikit meresahkan. Ini adalah contoh radikalisme agama, karena polemik agama yang meningkat berdampak signifikan pada unsur kerukunan. Situasi ini mendorong berkembang paham moderasi beragama. Moderasi beragama dapat di definisikan sebagai praktik keagamaan yang seimbang dari pada berlebihan. Namun, sering berjalannya waktu definisi moderasi beragama menjadi lebih kompleks. Dalam penelitiannya ini, peneliti menggunakan metode tematik (Maudhu‟i) yaitu melakukan takhrij Hadis mengenai moderasi bergama, lalu dilakukan kritik sanad dan kritik matan. Kemudian menghubungan dengan konteks-konteks yang terkait dengan masalah yang dikaji. Hasil penelitian menunjukan bahwa Hadis tidak mengajak umat Islam untuk melakukan kekerasan, ekstrem dan berlebih-lebihan dalam beragama begitu juga dengan Al-Qur‟an. Al-Qur‟an dan Hadis menawarkan bahwa memahami dan mengamalkan agama harus melalu jalur keseimbangan dan berada di jalan tengah sehingga agama terkesan ramah, lemah lembut dan kasih sayang. Bahkan keseimbangan merupakan suatu keniscayaan termasuk pada hukumalam sebagai harmoninya kehidupan. Jika tidak demikian dunia ini akan hancur dan binasa.
Copyrights © 2024