Kajian ini membahas pentingnya pendekatan Asbābul Wurūd dalam memahami hadis Nabi Muhammad ﷺ secara komprehensif dan kontekstual. Hadis sebagai sumber ajaran Islam tidak lahir dalam ruang hampa, melainkan muncul sebagai respons atas kondisi historis, sosial, dan situasional tertentu yang dihadapi umat pada masa Rasulullah ﷺ. Oleh karena itu, pemahaman hadis yang hanya bertumpu pada aspek tekstual berpotensi melahirkan penafsiran parsial dan kurang sejalan dengan tujuan syariat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), dengan sumber data utama berupa kitab-kitab hadis dan literatur ‘ulūm al-ḥadīth yang membahas Asbābul Wurūd, serta sumber sekunder berupa buku dan artikel ilmiah terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui pendekatan historis dan kontekstual, meliputi penelusuran riwayat sebab wurūd, analisis sanad dan matan, serta perbandingan berbagai jalur periwayatan. Kajian ini menguraikan empat metode utama dalam penelitian Asbābul Wurūd, yaitu riwayat langsung, kajian historis dan sosial, analisis sanad dan matan, serta perbandingan riwayat. Melalui studi kasus hadis tentang lalat, penelitian ini menunjukkan bahwa hadis tersebut bersifat situasional dan berfungsi sebagai solusi fikih bagi masyarakat dengan keterbatasan akses air, bukan sebagai pedoman medis universal. Dengan demikian, pendekatan Asbābul Wurūd berperan sebagai jembatan antara teks hadis dan realitas sosial, sehingga pemahaman hadis dapat selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah serta relevan dengan perkembangan zaman.Kata kunci: Asbābul Wurūd, Hadis, Maqāṣid al-Syarī‘ah.
Copyrights © 2026