Honesty is a fundamental value that must be nurtured as the basis for forming individuals with integrity. However, dishonest behavior remains prevalent among elementary school students, signaling the importance of understanding the factors that shape honest character. This study aims to explore the internal and external factors that influence the development of honesty in fourth-grade students at SDN 12 Sungai Rawa. Using a qualitative approach with a case study method, the research involved one homeroom teacher, two students, and two parents as participants. Data were collected through interviews, observations, and document analysis, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that honesty is shaped by internal factors such as habits, willpower, and heredity, and external factors, including education and the environment. Early habit formation, intrinsic motivation, and inherited traits all contribute to the development of honesty. Moreover, the educational roles of teachers and parents, as well as influences from the family and peer environment, can strengthen or weaken character formation. In conclusion, fostering honesty in children requires a collaborative interaction between internal dispositions and external influences. Abstrak Nilai kejujuran sangat penting untuk ditanamkan sebagai fondasi dalam pembentukan pribadi yang berintegritas. Namun, masih terdapat perilaku tidak jujur di kalangan peserta didik sekolah dasar. Hal ini menunjukkan perlunya pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan karakter kejujuran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pembentukan karakter kejujuran peserta didik kelas IV di SDN 12 Sungai Rawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari guru wali kelas, dua peserta didik, dan dua orang tua peserta didik. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan telaah dokumentasi, dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kejujuran dipengaruhi oleh faktor internal seperti kebiasaan, kehendak, dan keturunan, serta faktor eksternal seperti pendidikan dan lingkungan. Kebiasaan berkata jujur yang ditanamkan sejak dini, motivasi dari dalam diri, serta kecenderungan bawaan menjadi dasar dalam membentuk karakter jujur. Selain itu, pendidikan dari guru dan orang tua, serta pengaruh lingkungan sosial seperti keluarga dan teman sebaya, dapat memperkuat atau bahkan menghambat perkembangan kejujuran. Kesimpulannya, pembentukan karakter kejujuran memerlukan sinergi antara faktor internal dan eksternal. Kata Kunci: kejujuran; pembentukan karakter; sekolah dasar
Copyrights © 2025