This study was motivated by the limitations of conventional teacher-centered methods, which often lead to low student engagement and achievement in Islamic Cultural History (Sejarah Kebudayaan Islam or SKI) learning. The main objective was to compare the effectiveness of Digital Storytelling (DST) and conventional methods, examine the main effect of learning interest, and analyze their interaction in improving learning outcomes that encompass both cognitive and affective dimensions. This study employed a factorial experimental design with a pretest-posttest control group, involving forty-seven fourth-grade students who were divided into experimental and control groups. Data were collected through validated learning achievement tests and learning interest questionnaires, and analyzed using Two-Way ANOVA. The findings indicate that DST is significantly more effective in enhancing learning outcomes compared to conventional methods. Learning interest also showed a significant effect, with students demonstrating high interest achieving better results. Furthermore, a significant interaction was identified between instructional models and learning interest, suggesting that DST is most effective when combined with high learning interest, while still providing benefits for students with lower interest. These results highlight the role of DST as an innovative and inclusive pedagogical approach to strengthening SKI learning in the digital era. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan metode konvensional yang berpusat pada guru, yang sering kali mengakibatkan rendahnya keterlibatan dan capaian belajar siswa dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Tujuan utama penelitian ini adalah membandingkan efektivitas metode Digital Storytelling (DST) dengan metode konvensional, menguji pengaruh utama minat belajar, serta menganalisis interaksi keduanya dalam meningkatkan hasil belajar yang mencakup aspek kognitif dan afektif. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen faktorial dengan model pretest-posttest control group, yang melibatkan empat puluh tujuh siswa kelas IV yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar yang telah divalidasi serta kuesioner minat belajar, kemudian dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode DST secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar dibandingkan metode konvensional. Minat belajar juga terbukti memberikan pengaruh signifikan, di mana siswa dengan minat tinggi memperoleh capaian yang lebih baik. Selain itu, ditemukan adanya interaksi signifikan antara model pembelajaran dan minat belajar, yang menunjukkan bahwa DST paling optimal ketika dipadukan dengan minat belajar tinggi, namun tetap memberikan manfaat bagi siswa dengan minat rendah. Temuan ini menegaskan peran DST sebagai pendekatan pedagogis inovatif dan inklusif dalam memperkuat pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di era digital. Kata Kunci: digital storytelling; hasil belajar; minat belajar; sejarah kebudayaan Islam
Copyrights © 2025