Inovasi Kurikulum
Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026

A comparative analysis of the student mentoring system in secondary education

Risdiyanto Risdiyanto (Universitas Pendidikan Indonesia)
Asep Herry Hernawan (Universitas Pendidikan Indonesia)
Riche Cynthia Johan (Universitas Pendidikan Indonesia)
Fajar Ahmad Fadlilah (Universitas Pendidikan Indonesia)



Article Info

Publish Date
29 May 2026

Abstract

Integrating student mentoring systems across academic and non-academic aspects has become a crucial component of modern education systems worldwide. The recently implemented Homeroom Teacher policy in Indonesia underscores the urgency of input and understanding of systematic mentoring models from various countries. This study aims to analyze the design of mentoring systems in ten developed countries, including identifying basic structures, mapping roles, implementing mechanisms, and synthesizing adaptable principles. Using a Systematic Literature Review (SLR) method based on the PRISMA procedure, this study analyzes indexed empirical articles, policy documents, and implementation reports published between 2015 and 2025 from ten developed countries: Singapore, Japan, South Korea, China, Finland, Germany, the Netherlands, the United Kingdom, the United States, and Australia. The study reveals that while there are variations in mentor roles, student progress monitoring methods, and academic-non-academic integration, effective mentoring systems consistently feature the assignment of a specific mentor to each student, scheduled mentoring meetings, and a structured mentoring plan. Excellent programs require mandatory training for mentors and policy support from institutions/schools or the government. These findings contribute to conceptual understanding and practical implications for designing a structured and sustainable mentoring system for secondary school students.   Abstrak Integrasi sistem pendampingan murid dalam aspek akademik dan non-akademik telah menjadi komponen penting dalam sistem pendidikan modern di seluruh dunia. Kebijakan tentang Homeroom teacher yang baru diimplementasikan di Indonesia menegaskan urgensi masukan dan pemahaman tentang model mentoring yang sistematis dari berbagai negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain sistem mentoring di sepuluh negara maju yang meliputi identifikasi struktur dasar, pemetaan peran, mekanisme implementasi, dan sintesis prinsip-prinsip yang dapat diadaptasi. Melalui metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada prosedur PRISMA, penelitian ini menganalisis artikel empiris terindeks, dokumen kebijakan, dan laporan implementasi yang diterbitkan antara tahun 2015 dan 2025 dari sepuluh negara maju, yaitu Singapura, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Finlandia, Jerman, Belanda, Inggris Raya, Amerika Serikat, dan Australia. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun terdapat variasi dalam peran mentor, metode pemantauan perkembangan murid, dan integrasi akademik-non akademik, sistem mentoring yang efektif secara konsisten memiliki ciri-ciri berupa penugasan mentor khusus untuk setiap murid, pertemuan mentoring yang terjadwal, serta rencana mentoring yang terstruktur. Program yang unggul mensyaratkan pelatihan wajib bagi mentor serta dukungan kebijakan dari institusi/sekolah atau pemerintah. Temuan ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman konsep dan implikasi praktis dalam merancang kerangka sistem mentoring murid sekolah menengah yang terstruktur dan berkelanjutan. Kata Kunci: analisis komparatif; homeroom teacher; pendidikan menengah; sistem mentoring murid

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jik

Publisher

Subject

Description

Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes ...