Body image disorders are a problem experienced by many people, especially Generation Z, due to the influence of beauty standards and ideal bodies that have developed in society and on social media. This condition can lead to dissatisfaction with physical appearance, low self-confidence, and a tendency to self-criticism. Furthermore, this condition can lead to decreased academic achievement. Therefore, this study aims to analyze aspects of self-compassion in Generation Z with body image disorders and its impact on academic achievement. This study used a qualitative method with a case study approach on three Generation Z informants who experienced body image disorders. Data were obtained through in-depth interviews and observations. The results showed that the third informant possessed aspects of self-compassion, especially self-kindness, common humanity, and mindfulness, although the level of application varied. This can impact academic achievement by increasing learning motivation. On the other hand, negative aspects such as self-judgment, isolation, and over-identification were still found in the third informant. This study concluded that the third informant demonstrated the presence of all aspects of self-compassion in dealing with dissatisfaction with body image, which can impact decreased academic achievement. Abstrak Gangguan citra tubuh menjadi salah satu permasalahan yang dialami banyak orang, khususnya generasi Z, akibat pengaruh standar kecantikan dan tubuh ideal yang berkembang di masyarakat dan media sosial. Kondisi ini dapat menimbulkan ketidakpuasan terhadap penampilan fisik, rendahnya kepercayaan diri, dan kecenderungan untuk mengkritik diri sendiri. Lebih jauh, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan prestasi akademik. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek-aspek self-compassion pada generasi Z dengan gangguan citra tubuh serta dampaknya terhadap prestasi akademik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap tiga informan generasi Z yang mengalami gangguan citra tubuh. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga informan memiliki aspek self-compassion, terutama pada self-kindness, common humanity, dan mindfulness, meskipun tingkat penerapannya berbeda. Hal ini dapat berdampak pada pencapaian prestasi akademik melalui peningkatan motivasi belajar. Di sisi lain, aspek negatif seperti self-judgment, isolation, dan overidentification masih ditemukan pada ketiga informan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga informan menunjukkan adanya seluruh aspek self-compassion dalam menghadapi ketidakpuasan terhadap citra tubuh yang dapat berdampak pada penurunan prestasi akademik. Kata Kunci: gangguan citra tubuh; generasi Z; self-compassion
Copyrights © 2026