Belum meratanya kualitas pendidikan di setiap daerah menjadi salah satu problematika dalam penyelenggaraan PJJ. Hal tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan tidak efektifnya proses pembelajaran (learning loss). Seiring mulai menurunnya angka penyebaran Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan empat menteri terkait peraturan diberlakukannya pertemuan tatap muka terbatas dengan persyaratan yang telah ditentukan. Perpaduan antara implementasi kurikulum darurat dan proses pertemuan tatap muka terbatas diharapkan dapat meminimalisir terjadinya learning loss dan juga sebagai sarana untuk proses pemulihan pendidikan. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk: (1) mengetahui bagaimana implementasi kurikulum darurat di SDIT Al-‘Arabi ditinjau dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi; (2) mengetahui hambatan dan faktor pendukung dalam implementasi kurikulum darurat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian dalam perencanaan kurikulum darurat guru melakukan penyederhanaan KI/KD serta pembuatan RPP yang disesuaikan dengan alokasi waktu yang telah ditentukan. Pelaksanaan pembelajaran di masa PTMT siswa di-setting secara shifting atau rotasi, dan evaluasi pada siswa dilakukan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotor.
Copyrights © 2022