Salah satu karakteristik utama dalam penerapan kurikulum merdeka adalah pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan mengembangkan soft skill dan membangun karakter profil pelajar Pancasila pada peserta didik. Pembelajaran berbasis proyek adalah model pembelajaran yang menekankan pada proyek atau kegiatan sebagai inti pembelajaran. Dalam proses belajar peserta didik dapat melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, dan sintesis. Model pembelajaran berbasis proyek memiliki keunggulan sangat penting dan bermanfaat bagi siswa, namun model pembelajaran berbasis proyek jarang digunakan oleh guru karena dalam pelaksanaannya memerlukan persiapan yang cukup dan membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, diperlukan analisis lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan penggunaan pembelajaran berbasis proyek dalam kurikulum merdeka. Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran berbasis proyek untuk penguatan profil pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Melalui analisis tersebut, diharapkan kedepannya dapat memaksimalkan kekuatan, meminimalkan kelemahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dengan telaah buku, artikel, jurnal, dan sumber informasi lainnya yang relevan dengan PjBL dan kurikulum merdeka. Dari studi literatur ini ditemukan bahwa PjBL merupakan strategi pembelajaran yang sangat sesuai untuk meningkatkan profil pelajar Pancasila karena PjBL memiliki kelebihan mampu meningkatkan hasil belajar, prestasi, motivasi, dan kemampuan 4C (collaboration, communication, critical thinking, creative thinking) dari peserta didik.
Copyrights © 2022