Artikel ini mengkaji Kurikulum Merdeka dan pembelajaran mendalam sebagai respons terhadap tantangan literasi, numerasi, kreativitas, dan karakter peserta didik Indonesia. Dengan menggunakan studi literatur dan analisis data sekunder, artikel ini mengaitkan kebijakan kurikulum dengan hasil PISA 2022, data statistik pendidikan, serta prinsip asesmen formatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka berpotensi memperbaiki kualitas pembelajaran apabila implementasinya tidak berhenti pada dokumen administratif, tetapi diterjemahkan ke dalam asesmen awal, diferensiasi, projek bermakna, dan refleksi kompetensi. Artikel ini mengusulkan Indeks Kesenjangan Belajar sebagai alat bantu membaca jarak capaian Indonesia terhadap benchmark internasional. Kontribusi utama artikel adalah merumuskan jembatan konseptual antara kebijakan kurikulum, praktik kelas, dan pengukuran capaian belajar.
Copyrights © 2026