Riset ini membahas pendidikan vokasi dan micro-credential sebagai strategi menghadapi perubahan kebutuhan keterampilan di era artificial intelligence. Laporan Future of Jobs 2025 menunjukkan perubahan besar pada keterampilan inti tenaga kerja menuju 2030, sedangkan data ketenagakerjaan Indonesia menunjukkan lulusan vokasi masih menghadapi tantangan pengangguran dan ketidaksesuaian keterampilan. Kajian ini menggunakan studi literatur dan sintesis data sekunder untuk merumuskan Skill Alignment Score sebagai alat konseptual mengukur kesesuaian kurikulum, sertifikasi, dan kebutuhan industri. Hasil kajian menunjukkan bahwa micro-credential dapat menjadi pelengkap pendidikan formal jika dirancang terintegrasi dengan kurikulum, magang, teaching factory, tracer study, dan kemitraan industri. Riset ini menegaskan bahwa pendidikan vokasi masa depan harus bergerak dari logika ijazah menuju logika kompetensi yang terukur dan dapat diverifikasi.
Copyrights © 2026