Studi ini bertujuan dalam menciptakan ruang virtual museum batik yang diterima masyarakat untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia yaitu pada Museum Batik Sonobudoyo di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode GDLC dengan enam tahapan (Initiation, Pre-production, Production, Testing, Beta, Release) dan melibatkan verifikasi serta validasi oleh pengembang, penjamin kualitas, dan stakeholder untuk setiap tahap, serta random sampling untuk memilih sampel dari pengunjung Museum Batik Sonobudoyo Yogyakarta dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Pengujian ruang virtual museum batik menggunakan metode blackbox menunjukkan bahwa fungsionalitasnya baik dan sesuai dengan input, dengan pengujian alpha melibatkan pengembang dan quality assurance. Setelah lulus pengujian alpha, dilakukan pengujian beta dengan melibatkan 33 pengunjung booth stand metaverse di Museum Batik Sonobudoyo Yogyakarta, yang menghasilkan penilaian rata-rata 86,1%, dengan nilai tertinggi 93,9% untuk gambar yang menarik. Kuesioner menunjukkan bahwa teks, gambar, audio, animasi, dan controller dalam ruang virtual mendapatkan penilaian positif, mendukung interaksi yang nyaman dan efektif, serta meningkatkan minat terhadap budaya batik.
Copyrights © 2025