Indonesia memiliki kondisi geografis yang menantang, khususnya di wilayah pegunungan seperti Ponorogo, yang mempersulit pembangunan infrastruktur jaringan internet. Tantangan ini diperburuk dengan ancaman bencana alam seperti tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk merancang menara yang mendukung jaringan nirkabel dengan metode Point-to-Point (PTP) menggunakan frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz untuk memperbaiki akses internet di daerah tertinggal dan terdampak bencana. Proses perancangan menara mengadaptasi desain tripod kamera untuk mencapai stabilitas dan kemudahan instalasi, yang kemudian divalidasi melalui pengujian Quality of Service (QoS) dan survei pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa desain ini mampu memberikan koneksi yang stabil dan efisien di area dengan medan kompleks, sehingga dapat meningkatkan komunikasi dan mendukung kegiatan ekonomi serta pendidikan di daerah tersebut.
Copyrights © 2025