Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko keamanan serta merumuskan strategi perlindungan sistem terhadap ancaman siber pada website “SAMBANG” milik Pemerintah Kabupaten Jombang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksploratif melalui observasi, studi literatur, serta penetration testing non-destruktif berbasis standar OWASP dan NIST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website “SAMBANG” masih memiliki sejumlah kerentanan dengan tingkat risiko yang tinggi, terutama pada fitur Open Data, Data Statistik, Katalog Data, dan Request Data yang rentan terhadap serangan Cross-Site Scripting (XSS), baik reflected maupun stored. Selain itu, potensi risiko SQL Injection teridentifikasi meskipun tidak tereksploitasi secara langsung, serta kelemahan autentikasi pada halaman login yang rentan terhadap brute force. Form Request Data juga ditemukan tidak memiliki mekanisme Cross-Site Request Forgery (CSRF) token, sehingga berpotensi dimanfaatkan oleh penyerang. Penelitian ini menyarankan penerapan validasi input, encoding output, Content Security Policy (CSP), prepared statement, autentikasi multi-faktor, pembatasan login, serta validasi file upload untuk meningkatkan perlindungan sistem. Dengan hasil ini, penelitian memberikan kontribusi praktis bagi pengelola sistem informasi publik daerah dalam memperkuat keamanan website pemerintahan serta membangun ketahanan siber yang lebih adaptif.
Copyrights © 2026