Masyarakat di Kabupaten Katingan Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya yang tinggal di daerah bantaran sungai Katingan berpotensi menghadapi bencana banjir setiap musim penghujan. Hal tersebut dikarenakan perubahan fungsi tata guna lahan yang awalnya adalah kawasan hutan menjadi fungsi lain seperti pemukiman dan perkebunan, yang mengakibatkan berkurangnya daerah resapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skenario tata guna lahan dalam upaya untuk meminimalisir potensi banjir di Kabupaten Katingan, serta mengetahui besaran debit banjir untuk periode ulang tertentu dan potensi terjadinya genangan di Kabupaten Katingan jika diterapkan skenario tata guna lahan tersebut. Metodologi yang digunakan adalah analisis hidrologi, analisis data topografi lahan dan geometri sungai, dan analisis hidraulika menggunakan software HEC-RAS. Hasil penelitian mendapatkan skenario untuk tata guna lahan dengan total luas wilayah adalah 12.639,097 km2 dengan fungsi wilayah terbagi atas 10 jenis fungsi. Besaran debit banjir yang didapatkan dengan diterapkan skenario tata guna lahan tersebut yakni 735,212 m3/detik untuk periode ulang 5 tahun, 913,666 m3/detik untuk periode ulang 10 tahun, 1142,074 m3/detik untuk periode ulang 25 tahun, dan 1315,447 m3/detik untuk periode ulang 50 tahun, serta genangan kemungkinan akan terjadi jika terdapat kejadian debit banjir dengan periode ulang mulai dari 25 tahun (Q ≥ 1142,074 m3/s).
Copyrights © 2022