Salah satu indikator sistem jaringan jalan yang baik dengan minimnya hambatan ataupun antrian pada sistem jaringan jalan terutama pada persimpangan. Permasalahan yang sering terjadi di persimpangan yaitu derajat jenuh yang tinggi mengakibatkan panjang antrian yang berdampak pada tundaan kendaraan sehingga kendaraan memerlukan siklus trafic light berikutnya untuk bisa melewati sebuah persimpangan bersinyal. Permasalahan ini juga terjadi pada Simpang Empat Jalan G. Obos – Willem A. Samad – M. Husni Thamrin kota Palangka Raya, sering terjadi hambatan samping berupa antrian kendaraan pada sistem belok kiri langsung dimulut persimpangan yang mengakibatkan tundaan kendaaraan. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu melakukan uji derajat kejenuhan pada kapasitas persimpangan jalan dan menganalisis perilaku lalu lintas di mulut persimpangan dari beberapa simulasi rencana. Dari hasil analisis didapat nilai rata-rata derajat kejenuhan (DS) pada belok kiri langsung mengalami penurunan, untuk simulasi II mengalami penurun sebesar 29,534% dan tipe simulasi III mengalami penurun sebesar 54,434 % dari nilai derajat jenuh Simulasi I. Dari perhitungan dapat disimpulkan pada Simulasi I nilai DS sebesar 1,12 atau pada kondisi macet, pada Simulasi II nilai DS sebesar 0,79 atau pada kondisi padat merayap dan jika pada Simulasi III nilai DS sebesar 0,513 atau lancar
Copyrights © 2023