Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan moral santri, namun juga dituntut membekali keterampilan hidup, termasuk kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan kewirausahaan santri melalui pelatihan life-skill entrepreneurship di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Puteri, Jatiroto, Lumajang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan tindakan partisipatif. Subjek penelitian mencakup 15 santri puteri kelas akhir, 2 ustadzah pendamping, dan pengelola pondok. Selama delapan minggu, pelatihan meliputi pengenalan kewirausahaan, perencanaan usaha, produksi (sabun herbal dan keripik singkong), pemasaran, serta manajemen keuangan dasar. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman serta analisis SWOT. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis dan non-teknis santri. Santri mampu merancang usaha, memproduksi secara mandiri, serta mengembangkan kemampuan komunikasi dankepemimpinan. Pelatihan ini mendorong lahirnya produk usaha yang dipamerkan secara internal, serta menumbuhkan motivasi berwirausaha. Meskipun terdapat keterbatasan, program ini efektif sebagai upaya menyiapkan santri yang mandiri secara ekonomi.
Copyrights © 2024