Workforce Agility dan Resklilling Strategy merupakan aspek yang sangat penting bagiperusahaan dalam menghadapi situasi yang penuh dengan ketidakpastian. Kajian literatur workforceagility dan reskilling strategy saat ini masih belum banyak dikaji dan penelitian ini dilakukandengan tujuan mampu menegakkan konsep workforce agility dan reskilling strategy melalui artikelilmiah yang terpercaya. Kajian literatur ini dilakukan berdasarkan 20 artikel jurnal yang membahaskonsep workforce agility dan reskilling strategy. Pencarian artikel jurnal melalui situs googleScholar, Sciencedirect, Garuda Portal, Springer dan Proquest. Jurnal yang terindeks Scopus Q1,Q2, dan Web Of Science tahun 2020 – 2024. Hasil dan kesimpulan dari kajian konseptual.Worksforce agility mendefinisikan sebagai kemampuan pekerja untuk menyesuaikan diri denganlingkungan kerja yang berubah dengan cepat, fleksibel dan penuh dengan ketidakpastian melaluipengetahuan, keterampilan dan perilaku. Penelitian ini mengidentifikasikan tiga dimensi dariworkforce agility yaitu proactivity, adaptability dan resilience. Workforce agility dipengaruhi olehbeberapa faktor yaitu individu (kepribadian, kebutuhan, empowerment, lingkungan kerja (teamworkdan leadership) dan organisasi (budaya dan struktur organisasi). Workforce agility juga berdampakpada produktivitas, efektivitas biaya, prilaku inovatif dan efektivitas waktu pencapaian target.Reskilling strategy adalah suatu pendekatan sistematis untuk mengembangkan keterampilandan kemampuan karyawan dalam menghadapi perubahan dan tantangan di tempat kerja. Tujuan darireskilling strategy adalah untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam melakukan tugas-tugasyang lebih kompleks dan memenuhi kebutuhan bisnis yang terus berubah. Reskilling strategymelibatkan beberapa langkah, yaitu: identifikasi kebutuhan, analisis keterampilan, pengembanganrencana, implementasi rencana, evaluasi dan penilaian.
Copyrights © 2026