Kekerasan dalam rumah tangga masih menjadi permasalahan sosial di tengah masyarakat yang memiliki tingkat religiositas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara religiositas dan penerimaan terhadap kekerasan dalam rumah tangga, khususnya kekerasan suami terhadap istri serta orang tua terhadap anak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei berbasis data World Values Survey gelombang kedelapan yang melibatkan 2.308 responden di Indonesia. Religiositas diukur melalui indikator keyakinan dan praktik keagamaan, sedangkan penerimaan terhadap kekerasan diukur melalui penilaian responden terhadap tindakan kekerasan dalam keluarga. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan negatif yang sangat lemah antara religiositas dan penerimaan kekerasan suami terhadap istri, serta tidak ditemukan keterkaitan yang berarti antara religiositas dan penerimaan kekerasan orang tua terhadap anak. Temuan ini menunjukkan bahwa religiositas memiliki peran yang terbatas dalam menjelaskan penerimaan terhadap kekerasan dalam rumah tangga.
Copyrights © 2026