Alun-Alun Ajarwana di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, seluas sekitar 5 ha yang terdiri dari ruang terbuka hijau (hutan kota 4 ha) dan ruang terbuka non-hijau (alun-alun 1 ha), memiliki potensi besar sebagai ruang publik multifungsi dan merupakan salah satu ruang terbuka publik terbesar di Kabupaten Bekasi. Fungsi ekologis, sosial, budaya, ekonomi, serta estetika diharapkan dapat mendukung kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, pengelolaan dan fasilitas pendukung saat ini masih belum optimal sehingga menurunkan kualitas fisik dan kenyamanan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas Alun-Alun Ajarwana berdasarkan persepsi pengguna. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi pada hari biasa (weekday) dan akhir pekan (weekend), serta survei terhadap 32 responden yang menilai kualitas Alun-Alun Ajarwana berdasarkan empat aspek utama Makna, Aksesibilitas, Kenyamanan, dan Aktivitas dengan 13 subkriteria. Analisis Importance Performance Analysis (IPA) digunakan untuk mengidentifikasi aspek penting dan kinerja fasilitas. Hasil survei menunjukkan bahwa mayoritas responden (75%) menilai kualitas alun-alun dalam kategori “cukup baik.” Namun, analisis IPA mengungkapkan bahwa skor rata-rata kinerja atribut hanya sebesar 2,43 dibandingkan skor kepentingan 4,90, menandakan bahwa kualitas pelayanan masih belum optimal. Tingkat kepuasan tertinggi terdapat pada aspek Makna (62%), diikuti Aksesibilitas (51%), Kenyamanan (41%), dan Aktivitas (37%). Secara keseluruhan, Tingkat Kesesuaian Kinerja (Tki) sekitar 50%, yang mengindikasikan bahwa pelayanan alun-alun belum memenuhi harapan pengunjung. Terdapat 17 usulan peningkatan kinerja, yang dapat mendukung evaluasi bagi peningkatan pengelolaan ruang publik agar lebih optimal di Kabupaten Bekasi.
Copyrights © 2026