Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular penyebab utama kesehatan yang buruk dan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Penyakit tuberkulosis disebabkan oleh aktivitas bakteri mycobacterium tuberkulosis yang umumnya menyerang paru-paru karena cara penularannya melalui percikan. Keadaan status gizi dan penyakit tuberkulosis saling berhubungan. Pada pasien TB paru umumnya status gizinya mengalami penurunan. Diagnosis TB paru salah satunya menggunakan foto toraks yang dimana akan ditemukan lesi. Pasien tuberkulosis dengan lesi yang luas memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan dengan yang memiliki lesi minimal. Tujuan penelitian ini adalah melihat distribusi gambaran Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Luas lesi foto toraks pasien tuberkulosis paru dewasa di awal pengobatan periode Januari-Desember 2023. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data sampel dengan teknik purposive sampling dari pasien Tuberkulosis paru dewasa di RSUD Pasar Rebo yang berjumlah 102 orang. Hasil: Karakteristik berdasarkan jenis kelamin menunjukkan 52 (51%) orang adalah laki-laki, 76 (74,5%) orang berusia produktif (18-55 tahun). Karakteristik berdasarkan pekerjaan sebanyak 53 (52%) orang bekerja. Simpulan: Status gizi terbanyak berdasarkan IMT adalah berat badan kurang sebanyak 41 (40,2%) orang dan luas lesi yang didapatkan sebanyak 41 (40,2%) orang memiliki kriteria lesi luas.
Copyrights © 2026